Selasa, 06 November 2018

#SIP Database

Sejarah Database

Pada awal tahun 1960, Charles Bachman di perusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut penyimpanan data terintegrasi (Integrated Data Strore). Dasar untuk model data jaringan terbentuk lalu distandarisasi oleh CODASYL (Conference on Data System Languages). Kemudian, Bachman menerima CM Turing Award (Penghargaan semacam nobel pada ilmu computer) pada tahun 1973.
Menurut sejarah, system pemrosesan basis data terbentuk setelah masa system pemrosesan manual dan system pemrosesan berkas. System pemrosesan manual (Berbasis kertas) merupakan bentuk pemrosesan yang menggunakan dasar berupa setumpuk rekaman yang disimpan pada rak-rak berkas. Jika berkas-berkas tersebut diperlukan, berkas tersebut harus dicari pada rak-rak tersebut. System pemrosesan berkas merupakan system komputer, dimana sekelompok rekaman disimpan pada sejumlah berkas secara terpisah. Perancangan system ini didasarkan pada kebutuhan individual pengguna, bukan kebutuhan sejumlah pengguna. Sehingga setiap aplikasi menuliskan data sendiri, alhasil ada kemungkinan data yang sama terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program aplikasi lain.
Sejarah DBMS (Database Management System), generasi pertama DBMS didesain oleh Charles Bachman di perusahaan General Electric pada awal tahun 1960, disebut sebagai penyimpanan data terintegrasi (Integrated Data Store). Dibentuk dasar untuk model data jaringan yang kemudian distandardisasi oleh CODASYL (Conference on Data System Languages).
Pada akhir 1960, IBM mengembangkan system manajemen informasi (Information Management System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut dengan model data hirarki. Dalam waktu yang sama, dikembangkan system SABRE sebagai hasil kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika. System ini memungkinkan user untuk mengakses data yang sama pada jaringan komputer.
Pada tahun 1985, Microsoft dan IBM mengumumkan perjanjian kerjasama jangka panjang untuk mengembangkan system operasi dan produk-produk perangkat lunak lainnya. Pengumuman ini adalah permulaan dimulainya OS/2, sebuah system operasi setelah masa kejayaan MS-DOS. OS/2 ini akan lebih 'Hebat' dan lebih 'Canggih' daripada MS-DOS, ia akan mampu menangani multitasking application dengan memanfaatkan kemampuan processor Intel yang terbaru yaitu 80286. "That was the plan!" OS/2 secara resmi diumumkan pada bulan april 1987, dan dijanjikan akan tersedia buat end-user pada akhir tahun tersebut.
Tetapi dalam waktu yang sangat singkat setelah pengumuman perjanjian kerjasama tersebut, IBM mengumumkan peluncuran sebuah versi spesial OS/2 yang disebut OS/2 Extended Edition. Versi lebih powerfull ini akan menyertakan sebuah Database SQL yang disebut OS/2 Database Manager, OS/2 Database Manager akan sangat berguna bagi pengembangan aplikasi yang sederhana dan kompatibel dengan DB/2 , sebuah Database server milik IBM yang beroperasi pada mainframe. OS/2 Database manager juga akan menyertakan SNA (System Network Architecture) communication service, yang disebut OS/2 Communication Manager. Sebagai bagian dari SSA (System Application Architecture)-nya. IBM menjanjikan semua produk-produk tersebut dapat saling bekerjasama pada masa yang akan datang.
Namun akhirnya Microsoft mengeluarkan database sendiri dan pada tahun 1986, Microsoft sudah menghasilkan 197 JutaUS$ per tahun, dengan 1153 pegawai. (Sepuluh tahun kemudian, Microsoft telah mendapatkan 6 Milyar US$ dari bisnis softwarenya, dengan hampir sekitar 18.000 pegawai). Produk-produk Microsoft hampir semuanya terfokus pada aplikasi desktop dengan produk utamanya adalah MS-DOS. Komputasi Client/Server pada saat itu belum menjadi fokus utama Microsoft dan industri komputer. Manajemen data pada sebuah PC hanyalah menjadi sebuah fantasi pada masa itu, User biasanya hanya menggunaka LOTUS 1-2-3 untuk menyimpan data. Produk dBASE buatan Ashton Tate segera menjadi sangat populer setelah diluncurkan, Selanjutnya Anca Software merilis Paradox dan Micro Rim dengan prouk RBase-nya. Pada tahun 1986 tersebut, Microsoft belum mempunyai produk manajemen Database sendiri. (Tetapi pada tahun 1992, Microsoft mendapatkan sukses yang luar biasa dari produk manajemen database desktop-nya dengan Microsoft Access dan Microsoft FoxPro).
Tetapi IBM Database Manager sangatlah berbeda dari dBASE, Paradox atau RBase. Produk IBM ini walaupun tidak begitu user-friendly, tetapi ia mempunyai SQL query processor-nya sendiri dan bekerja berdasarkan "Transactions", hampir sama dengan Database Server yang berjalan diatas Minicomputer dan mainframe, seperti DB/2, Oracle ataupun Informix. Microsoft membutuhkan produk DBMS (Database Management System) sekaliber ini dan membutuhkannya segera.
Microsoft berpaling kepada Sybase, Inc. Sebuah perusahaan pembuat software DBMS yang sedang 'Naik daun', yang merilis produk Data Server-nya pada bulan mei 1987 untuk Sun Microssystem yang berjalan diatas UNIX. Data Server mendapatkan reputasi berkat inovasi dan kreatifitasnya dengan Stored Procedure dan Trigger serta paradigma baru dalam dunia komputasi yaitu: Client/Server.

Konsep Database

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan objek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara objek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan di mana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.
Jadi secara konsep basis data atau database adalah kumpulan dari data-data yang membentuk suatu berkas (file) yang saling berhubungan (relation) dengan tatacara yang tertentu untuk membentuk data baru atau informasi. Atau basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan (relasi) antara satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan skema atau struktur tertentu.

Struktur Database

Menurut Nusinau, struktur data adalah cara menyimpan atau merepresentasikan data didalam komputer agar bisa dipakai secara efisien, sedangkan data adalah representasi dari fakta dunia nyata. Fakta atau keterangan tentang kenyataan yang disimpan, direkam atau direpresentasikan dalam bentuk tulisan, suara, gambar, sinyal atau simbol. Dan kemudian menurut Permana, struktur data adalah suatu cara menyajikan Abstract Data Type (ADT) / Tipe Data Abstrak dalam bentuk tipe data dan operator yang didukung bahasa pemograman.
Ada 2 aktivitas yang berhubungan dalam struktur data yaitu:
a. Mendeskripsikan kumpulan obyek data yang sah sesuai dengan tipe data yang ada.
b. Menunjukkan mekanisme kerja operasi-operasinya.

Secara garis besar type data dapat dikategorikan menjadi:
Type data sederhana.
   a. Type data sederhana tunggal, misalnya Integer, real, boolean dan karakter.
   b. Type data sederhana majemuk, misalnya String
Struktur Data, meliputi:
   a. Struktur data sederhana, misalnya array dan record.
   b. Struktur data majemuk, yang terdiri dari:
      - Linier : Stack, Queue, sertaList dan Multilist
      - Non Linier : Pohon Biner dan Graph
Pemakaian struktur data yang tepat didalam proses pemrograman akan menghasilkan algoritma yang lebih jelas dan tepat, sehingga menjadikan program secara keseluruhan lebih efisien dan sederhana. Struktur data yang standar yang biasanya digunakan dibidang informatika adalah:
      - List linier (Linked List) dan variasinya
      - Multilist
      - Stack (Tumpukan)
      - Queue (Antrian)
      - Tree ( Pohon)
      - Graph ( Graf )
Data disusun dalam suatu struktur logis yang menjelaskan bahwa:
1. Kumpulan tabel menyusun basis data,
2. Tabel tersusun atas sejumlah record,
3. Sebuah record mengandung sejumlah field, dan
4. Sebuah  field disimpan dalam bentuk kumpulan bit.

Pengertian masing-masing istilah diatas adalah seperti berikut:
a. Field (medan) menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk field yaitu elemen data, kolom item, dan atribut. Contoh field yaitu nama seseorang, jumlah   barang yang dibeli, dan tanggal lahir seseorang.
b. Record (rekaman) menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh, nama, alamat, tanggal lahir, dan jenis kelamin dari seseorang menyusun sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupel dan baris.
c. Tabel menghimpun sejumlah record. Sebagai contoh, data pribadi dari semua pegawai disimpan dalam sebuah tabel.
d. Basis data (database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Sebagai contoh, basis data akademis mengandung tabel-tabel yang berhubungan dengan data mahasiswa, data jurusan, data mata kuliah, data pengambilan mata kuliah pada suatu semester, dan nilai yang diperoleh mahasiswa.

Macam-macam Struktur Database
a. Struktur Database Hierarkis
    Struktur Database Hierarkis (Hierarchical Database Structure), yaitu struktur kelompok data, subkelompok data dan subkelompok yang lebih kecil lagi menyerupai cabang-cabang pohon. Seperti cabang-cabang pohon, untuk pindah dari suatu catatan di suatu cabang kesuatu catatan di cabang lain, system manajemen database harus kembali ketempat asal percabangan itu. Struktur hierarkis memanfaatkan sumber daya computer secara efisien saat sebagian besar catatan dalam database akan digunakan dalam aplikasi.
b. Sruktur Database Jaringan
   Struktur database jaringan (network database structure) memungkinkan satu catatan tertentu menunjuk pada catatan lain dalam database. Subkomite Database Task Group CODASYL mengeluarkan spesifikasi struktur database jaringan pada Tahun 1971. Jaringan memecahkan masalah keharusan untuk kembali ke tempat asal percabangan database. Secara konseptual, tiap catatan dalam database dapat memiliki penunjuk ke tiap catatan lain di dalam database.
c. Struktur Database Relational
    Struktur system manajemen relational merupakan system yang menyerupai table-tabel, dan merupakan format yang dapat dipahami secara cepat oleh Manajer dan/atau staf professional.

Keunggulan dan Kelemahan DBMS (Database Management System)

Keunggulan ;
1)    Dapat meningkatkan data independance (kemandirian data), dapat digunakan untuk bermacam-macam program aplikasi tanpa harus merubah format data yang sudah ada.
2)   Konsistensi Data, dilakukan dengan cara data disimpan hanya sekali dalam basis data sehingga jika terjadi perubahan pada nilai data tersebut, perubahan hanya dilakukan satu kali dan nilai baru tersebut akan tersedia untuk semua pengguna.
3)   Meningkatkan aksesibilitas terhadap data dan respon yang lebih baik. Akibat dari integrasi data yang melewati batasan-batasan departemen dapat langsung diakses oleh pengguna. Ini berarti menyediakan sistem dengan fungsi yang lebih baik. Pengguna dapat memperoleh data yang dibutuhkan dengan cepat dengan menggunakan query language.
4)   Pengendalian terhadap kerangkapan data. Dilakukan dengan cara data hanya disimpan sekali. Hal ini mengurangi kerangkapan data dan mengurangi biaya untuk tempat penyimpanan.
5)   Meningkatkan keamanan data. Keamanan basis data melindungi basis data dari pengguna yang tidak memiliki otorisasi. DBA dapat menentukan batasan-batasan pengaksesan data, misalnya dengan memberikan password dan pemberian hak akses bagi pemakai (misal : modify, delete, insert, retrieve).
6)   Memperbaiki integritas data, Intergritas data mengacu pada validitas dan konsistensi dari data yang disimpan. Integritas biasanya diekspresikan dalam batasan (constraints) yang merupakan aturan yang konsisten dan tidak dapat dilanggar. Jika kerangkapan data dikontrol dan kekonsistenan data dapat dijaga maka data menjadi akurat.
7)   Data dapat dipakai secara bersama-sama, data yang ada pada basis data menjadi milik seluruh organisasi dan dapat dipakai secara bersama oleh pengguna yang berwenang pada saat bersamaan.
8)   Memperoleh lebih banyak informasi dari data yang sama. Pengguna basis data dapat memperoleh informasi selain dari informasi rutin yang dikelolanya karena semua data lain berada dalam basis data yang sama. Dengan demikian kebutuhan akan informasi selain dari informasi rutin dapat terpenuhi.

Kelemahan ;
1)    Biaya yang tidak murah alias biayanya sangat mahal karena menyangkut biaya-biaya untuk pembelian sekaligus perawatan hardware and software. Selain itu menyusul biaya tambahan untuk untuk storage (penyimpanan), network (jaringan) dan lain-lain.
2)   Rumit. Perancang, pengembang, DBA, basis data administrator, dan pengguna akhir harus memahami secara detail dan mendalam tentang fungsi basis data yang ditangani agar dapat mengambil manfaat dari basis data. Kegagalan dalam memainkannya dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi organisasi atau perusahaan.
3) Tambahan biaya konversi, Diperlukan biaya yang besar untuk berpindah dari aplikasi/sistem yang lama ke dalam sistem dan hardware basis data yang baru (upgrade). Ditambah lagi, diperlukan pula biaya untuk pelatihan staff untuk menggunakan sistem yang baru ini serta tambahan biaya untuk mempekerjakan staff khusus seperti DBA, dan lain-lain.

Peranan Database & DBMS dalam memecahkan permasalahan dibidang Psikologi

Database dan DBMS merupakan satu kesatuan dalam melakukan penyimpanan data yang diperoleh berdasarkan inputan. Dengan melakukan Analisa data terdahulu atau mengetahui pola dari suatu data pada suatu masalah, maka data tersebut dapat dioleh kembali baik untuk kebutuhan seorang psikolog atau yang lainnya.
Menurut Deden dalam artikelnya pembuatan database dalam dunia psikologi sangat memudahkan user untuk pencarian data yang dibutuhkan, seperti seorang HRD yang ditugaskan memberikan penilaian kepada salah satu karyawan maka ia harus melihat data-data terdahulu yang disimpan pada database "data karyawan", yang mungkin saja berisi nama, alamat, nomor pegawai, hasil tes psikologi terdahulu, dan sebagainya. Dengan adanya database tersebut, user hanya membutuhkan satu primary key untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, sehingga tidak terjadi data ganda.
Dan ada juga fungsi yang lainnya yaitu seorang psikolog yang sudah memiliki banyak klien. Setiap klien memiliki permasalahan yang berbeda-beda dan yang pasti identitas ynag berbeda pula. Sebagai profesi pasti memiliki kode etik dalam bekerja yang tidak dapat dilanggar, begitu pun psikolog memilki kode etik dengan klien. Salah satu kode etik nya adalah menjaga kerahasiaan data klien. Data klien yang disimpan dalam database membantu psikolog dalam menjaga kerahasiaan data tersebut. Seperti yang telah dijelaskan mengenai kelebihan dlam pemakaian sistem DBMS adalah keamanan data terjamin, mengurangi kerangkapan data.


Sumber :

Sabtu, 13 Oktober 2018

#SIP CBIS dan Evolusinya

CBIS
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.
Dari kedua uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Computer Based Information System (CBIS) merupakan suatu system yang mengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas, sebagai alat bantu yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan, koordinasi dan kendali, serta visualisasi dan analisis.

Evolusinya

-          EDP (Elektronik Data Prosesing)
Elektronik data prosesing merupakan metode dalam suatu pemrosesan data komersial yang melakukan pemrosesan data secara berulang kali terhadap data yang sejenis dengan bentuk pemrosesan yang relatif sederhana. EDP didefinisikan sebagai sistem pengolahan data elektronik dengan menggunakan perangkat komputer.
Elektronik data prosesing adalah manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berarti berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik. Menurut Ron Weber, EDP auditing adalah proses mengumpulkan dan menilai bukti untuk menentukan apakah sistem komputer mampu mengamankan harta, memelihara kebenaran data maupun mencapai tujuan organisasi perusahaan secara efektif dan menggunakan harta perusahaan secara hemat.
Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa elektronik data prosesing merupakan pemrosesan data komersial secara berulang kali terhadap data sejenis kedalam bentuk yang lebih berarti dan sederhana untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan secara efektif dan menggunakan harta perusahaan secara hemat menggunakan perangkat komputer.

-          SIM (Sistem Informasi Manajemen)
Sistem informasi Manajemen merupakan suatu sistem berbasis database komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas formal perusahaan atau sub unit dibawahnya. Menurut Scoott (dalam Yulia, 2014) Sistem informasi manajemen adalah serangkaian subsistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu transformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara untuk meningkatkan produkivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manager atas dasar kriteria mutu yang ditetapkan.
Dari kedua uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Manajemen adalah serangkaian subsistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi berbasis database komputer, yang mampu mentransformasikan data sehingga dapat menyediakan informasi untuk meningkatkan produkivitas yang sesuai, dan digunakan oleh pemakai yang memiliki kebutuhan yang sama.

-          Otomatisasi kantor
Sistem otomatisasi perkantoran merupakan penyediaan telekomnikasi untuk orang orang didalam perusahaan dan memampukan mereka untuk berkomunikasi diantara mereka sendiri dengan para penyalur, serta para pelanggan dilingkungan perusahaan.
Automasi Perkantoran disebut dengan istilah kantor virtual, mencakup semua sistem elektronik formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang –orang didalam maupun diluar perusahaan.
Otomatisasi Perkantoran merupakan semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi, yang berfungsi untuk memudahkan segala jenis komunikasi dan menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa otomatisasi perkantoran merupakan penyedia telekomunikasi yang mencakup semua system elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang –orang didalam maupun diluar perusahaan untuk memudahkan pengambilan keputusan.

-          Expert System
Sistem pakar (Expert System) adalah sebuah sistem informasi yang memiliki intelegensi buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai intelegensi manusia, bertujuan menyediakan dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk pemakai.
Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam suatu bidang. Sistem yang menggambarkan segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases system).
Dari kedua uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa expert system merupakan sebuah system informasi yang memiliki spesialis dalam suatu bidang, dan memiliki intelegensi buatan yang menyerupai intelegensi manusia untuk menyediakan pemecahan masalah dengan system berbasis pengetahuan.

Sumber

#SIP Komputer dan Kognisi Manusia

Arsitektur komputer
Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer berkaitan dengan atribut – atribut yang mempunyai dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program. [William Stalling]. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya).
Berdasarkan ketiga uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Arsitektur Komputer merupakan konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari kebutuhan bagian perangkat keras yang berkaitan dengan atribut-atribut yang memiliki dampak langsung pada sebuah program.

Komponen Arsitektur Komputer
Wasilla menulisakan bahwa komponen komputer dibagi menjadi 4 bagian yaitu:
  • Input (masukan) adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintance input. Di dalam sistem komputer, signal input berupa data yang di masukkan ke dalam sistem komputer. Sedangkan maintance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan.
  • Pemrosesan merupakan sebuah komponen komputer yang bekerja untuk mengolah data yang masuk ke dalam komputer.
  • Penyimpanan merupakan sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data baik sementara atau selamanya.
  • Output (keluaran) adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.

Sedangkan Juang menuliskan bahwa arsitektur computer memiliki lima komponen, yaitu
  • Unit masukan (Input Unit), berfungsi untuk menerima masukan (input) kemudian membacanya dan diteruskan ke memory / penyimpanan.
  • Unit kontrol (Control Unit), berfungsi untuk melaksanakan tugas pengawasan dan pengendalian seluruh sistem komputer.
  • Unit logika dan aritmatika (Arithmetic & Logical Unit / ALU), berfungsi untuk melaksanakan pekerjaan perhitungan atau aritmatika & logika seperti menambah, mengurangi, mengalikan, membagi dan memangkatkan.
  • Unit memori / penyimpanan (Memory / Storage Unit), berfungsi untuk menampung data/program yang diterima dari unit masukan sebelum diolah oleh CPU dan juga menerima data setelah diolah oleh CPU yang selanjutnya diteruskan ke unit keluaran.
  • Unit keluaran (Output Unit), berfungsi untuk menerima hasil pengolahan data dari CPU melalui memori.

Dari kedua uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat empat komponen pada arsitektur computer, yaitu
  • Input yaitu perangkat yang berfungsi untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintance input yang kemudian dibaca dan diteruskan ke memory / penyimpanan.
  • Pemrosesan yaitu sebuah pengolahan data yang masuk ke komputer dan dalam proses tersebut terdapat unit untuk mengontrol data dengan melakukan pengawasan dan pengendalian pada seluruh system computer dan ada juga unit logika dan aritmatika yang melakukan perhitungan atau aritmatika pada data.
  • Memory (penyimpanan) yaitu berfungsi untuk menyimpan data yang diterima dari input sebelum diproses yang selanjutnya akan menjadi output
  • Output yaitu berfungsi untuk menerima hasil pengolahan data dan dapat menampilkan data yang berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.


Sistem kognisi manusia
Menurut Piaget (1896) struktur kognitif merupakan mental framework yang dibangun seseorang dengan mengambil informasi dari lingkungan dan menginterpretasi, mereorganisasi, serta mentransformasikannya.
Struktur kognisi manusia merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia.
Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia merupakan mental framework yang dibangun seseorang berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi, dan akomodasi sehingga membentuk kematangan dan pengalaman dalam menjalani kehidupan sosial.

Kaitan Antara Arsitektur komputer dengan sistem kognisi manusia
Dalam kaitannya antara arsitektur computer dengan sistem kognisi manusia yaitu arsitektur computer memiliki konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar yang akan memiliki dampak langsung pada sebuah program, begitu pula struktur kognisi manusia yang juga memiliki sistem, skema, adaptasi, asimilasi, dan akomodasi yang kemudian membentuk kematangan dan pengalaman dalam bersosial.
Kedua hal tersebut memiliki fungsi yang sangat penting dalam bidang masing-masing, dan pola pengerjaan sistem kognisi manusia pun sama dengan arsitektur komputer yaitu sama sama memiliki sebuah struktur yang saling berkaitan untuk menghasilkan sebuah tujuan.
Robert L. Solso, Otto H. Maclin, dan M. Kimberly Maclin (2007) menyatakan bahwa walaupun komputer memiliki banyak kelebihan, namun komputer juga memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan kognitif manusia, yaitu:
Kelebihan :
  1. Pada umumnya komputer dapat melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat
  2. Komputer dapat menguji model-model kognitif dengan sumber daya ruang dan waktu yang lebih hemat
  3. Dalam waktu yang sama, komputer dapat melakukan ribuan simulasi dan menghasilkan ribuan data, dan lain-lain

Kelemahan:
  1. Komputer tidak memiliki emosi seperti manusia
  2.  Komputer tidak dapat melakukan generalisasi
  3. Komputer tidak mampu memahami pola-pola yang kompleks
  4. Komputer tidak mampu membuat kesimpulan
  5. Manusia lebih unggul dalam mengenali wajah, dan lain-lain

Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi, yaitu :
Kelebihan :
  1. Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas
  2. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
  3. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal

Kekurangan :
  1. Membutuhkan waktu yang cukup lama
  2. Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka

Dari uraian kelebihan dan kekurangan diatas, menurut saya manusia lebih unggul dibandingkan dengan komputer, walaupun dalam hal tertentu komputer dapat memproses sesuatu dengan sangat cepat. Struktur kognisi manusia memiliki konsep yang bisa melakukan adaptasi pada suatu situasi yang kompleks dan dapat memahami suatu terhadap hal baru, dan manusia memiliki emosi yang tidak dimiliki komputer, dan komputer itu sendiri dapat beroperasi jika ada stimulus dari manusia.

Sumber :

#SIP Definisi Sistem Informasi Psikologi

A. Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut Lani Sidharta sisrem merupakan kumpulan beberapa unsur dimana unsur tersebut saling berkaitan bersama dan beroperasi dalam mencapai suatu tujuan sama. Colin Cherry menyebutkan bahwa sistem adalah keseluruhan yang dibentuk oleh berbagai bagian atau assambel yang berasal dari berbagai sifat serta bagian-bagiannya.
Menurut R. Fagen dan A. Hall sistem adalah kumpulan dari objek yang mempunyai suatu hubungan antara masing-masing obyek termasuk hubungan mengenai sifat-sifat yang mereka miliki. Dan menurut Indrajit sistem adalah suatu perkumpulan komponen yang saling memiliki hubungan antara komponen yang satu dengan yang lainnya
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari beberapa unsur atau objek yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang sama.

B. Informasi
Burch dan Strater menyatakan bahwa informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan. Menurut Tata Sutabri, informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Informasi Menurut Raymond Mc.leod adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat  ini atau mendatang.
Menurut Jogiyanto HM. informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Menurut George H. Bodnar, informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah hasil dari kumpulan data yang telah diolah atau diinterpretasikan menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan.

C, Psikologi
Menurut Wundt (dalam Basuki, 2008) psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia. Menurut Plotnik (dalam Basuki, 2008) psikologi merupakan studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental. Menurut Knight and Knight psikologi adalah ilmu yang mempelajari secara sistematis tentang pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu atau sosial.
Menurut Jhon Locke psikologi adalah semua pengetahuan, tanggapan, dan perasaan jiwa manusia yang diperoleh karena pengalaman melalui alat-alat indranya. Woodworth dan Marquis psikologi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas individu yang ada dalam hubungannya dengan alam sekitar sejak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi merupakan Ilmu yang sistematik dan ilmiah tentang pengalaman dan tingkah laku yang diperoleh melalui alat-alat inderanya yang berhubungan dengan alam sekitar.

D. Sistem Informasi Psikologi
Berdasarkan pengertian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa system informasi psikologi merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari kumpulan data yang telah diolah menjadi beberapa unsur yang saling berkaitan dan memiliki arti bagi penerima tentang pengalaman dan tingkah laku yang diperoleh melalui alat-alat indera manusia dengan alam sekitar untuk mencapai tujuan yang sama.

Sumber :
Basuki, H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma

Minggu, 21 Januari 2018

Kreativitas dan Intelegensi

1.      Bagaimana peranan intelegensi dan kreativitas terhadap prestasi belajar seseorang
Torrance (1959), Getzels dan Jackson (1962), Yamamoto (1964) mengatakan bahwa kelompok siswa yang kreativitasnya tinggi tidak berada dalam prestasi sekolah dari kelompok siswa yang inteligensinya relatif lebih tinggi. Torrance mengajukan hipotesis bahwa daya imajinasi, rasa ingin tahu, dan orisinalitas dari subjek yang kreativitasnya tinggi dapat mengimbangi hipotesis bahwa daya imajinasi, rasa ingin tahu, dan orisinalitas dari subjek yang kreativitasnya tinggi dapat mengimbangi kekurangan kekuatan dalam daya ingatan dan faktor – faktor lain yang diukur oleh tes inteligensi tradisional.
Menurut teori diatas dapat membuktikan bahwa Intelegensi dan kreativitas adalah peranan yang berbeda dalam diri seseorang, Intelegensi dan Kreativitas sangat berperan terhadap prestasi belajar, kreativitas dapat menjadi peran lainnya yang mendorong intelegensi dan begitu juga sebaliknya. Jika ada kombinasi yang baik antara kreativitas dan intelegensi, maka prestasi belajar pada diri seseorang akan membaik juga.

2.      Jelaskan mengenai sikap kreatif sebagai ciri non-bakat dari kreativitas
Guilford (dalam Munandar, 1992) membedakan antara ciri kognitf (aptitude) dan ciri afektif (non-aptitude) yang berhubungan dengan kreativitas. Ciri-ciri kognitif (aptitude) ialah ciri-ciri yang berhubungan dengan kognisi, proses berpikir yang meliputi kelancaran, kelenturan (fleksibilitas) dan orisinilitas dalam bepikir dan elaboration (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan. Sedangkan ciri-ciri afektif (non-aptitude) ialah ciri-ciri yang lebih berkaitan dengan sikap atau perasaan yang meliputi rasa ingin tahu, bersifat imajinatif, merasa tertantang oleh kemajemukan, sifat berani mengambil resiko dan sifat menghargai.
Ciri-ciri afektif dari kreativitas merupakan ciri-ciri yang berhubungan dengan sikap mental atau perasaan individu. Kreativitas yang berkaitan dengan sikap dan perasaan seseorang. Ada beberapa ciri-ciri afektif, yaitu:
1)      Rasa ingin tahu. Selalu terdorong untuk mengetahui lebih banyak
2)      Bersifat imajinatif/fantasi. Mampu memperagakan atau membayangkan hal-hal yang tidak atau belum pernah terjadi dan menggunakan daya khayal namun dapat membedakan mana khayalan dan mana yang kenyataan.
3)      Merasa tertantang oleh kemajemukan. Mempunyai dorongan untuk mengatasi masalah-masalah yang sulit, merasa tertantang oleh situasi-situasi yang rumit serta lebih tertarik pada tugas-tugas yang sulit.
4)      Sifat berani mengambil risiko (tidak takut membuat kesalahan). Berani mempunyai pendapat meskipun belum tentu benar, tidak takut gagal atau mendapat kritik dari orang lain.
5)      Sifat menghargai. Kemampuan untuk dapat menghargai bimbingan dan pengarahan dalam hidup, menghargai kemampuan dan bakat-bakat sendiri yang sedang berkembang.

3.      Jelaskan mengenai konsep kreatifitas dan hubungannya dengan aktualisasi diri
Menurut psikolog humanis, seperti Abraham Maslow dan Carl Rogers, aktualisasi diri ialah apabila seseorang menggunakan semua bakat dan talentanya untuk menjadi apa yang ia mampu menjadi mengaktualisasikan atau mewujudkan potensinya.
Menurut Maslow (1968) aktualisasi diri merupakan karakteristik yang fundamental, suatu potensialitas yang ada pada semua manusia saat dilahirkan, akan tetapi yang sering hilang, terhambat atau terpendam dalam proses pembudayaan.
Rogers menekankan (1962) bahwa sumber dari kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasi diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang, kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme.
Banyak orang menganggap bahwa kreativitas hanya dapat diajarkan jika dikaitkan dengan bidang subjek (mata ajaran) tertentu. Hal ini tidak benar. Kreativitas dapat diajarkan dalam konteks yang “content free”, lepas dari bidang materi tertentu, atau dapat dilekatkan dengan konten atau bidang subjek khusus.

Jadi kreativitas merupakan hasil yang dilakukan oleh usahanya pada tahapan yang disebutkan oleh Maslow, yaitu tahapan aktualisasi diri. Dan begitu pula kreativitas yang terus meningkat bisa dijadikan seseorang sebagai sikap yang dapat mengaktualisasikan dirinya

Selasa, 03 Oktober 2017

Cara mengatasi kendala dalam pengembangan Kreativitas dan Bakat

Mengatasi kendala dalam proses pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan
Kendala psikologis terhadap perilaku kreatif merupakan kendala utama yang perlu mendapat perhatian pendidik, khususnya faktor-faktor internal seperti tidak dapat melepaskan diri dari kebiasaan, kecenderungan untuk terlalu membatasi bidang masalahnya, ketidakmampuan untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang, melihat apa yang diharapkan akan dilihat, dan terpaku pada penyelesaian yang konvensional.
Adams ( dalam Munandar, 2012) menggunakan istilah conceptual blocks, yaitu dinding mental yang merintangi individu dalam pengamatan suatu masalah serta mempertimbangkan cara-cara pemecahannya, sedangkan conceptual blockbusting ialah bagaimana cara menghancurkan dinding mental yang menghambat kinerja kreatif seseorang.
Kendala ada yang bersifat internal (ditimbulkan oleh diri sendiri) dan yang bersifat eksternal (ditimbulkan dalam lingkungan). Sehubungan dengan itu, maka dapat dibedakan kendala yang diperoleh dalam pola kebudayaan tertentu (lingkungan makro) dan kendala yang berasal dari lingkungan dekat (sosial dan fisik), sedangkan kendala internal meliputi kendala dalam persepsi, emosional, imajinasi, intelektual, dan ekspresi.
1.      Kendala Kultural
Setiap masyarakat mengembangkan pola-pola budaya yang mempengaruhi kehidupan dalam masyarakat tersebut, da nada tekanan yang kuat untuk mengikuti dan mematuhi standar moral atau amoral, etis atau tidak etis, dan standar hidup pada umumnya. Kekuatan sosial budaya mempengaruhi pola perilaku, perasaan, sikap, interaksi, system nilai, pendidikan, norma kelompok, dan hampir semua aspek kehidupan, termasuk perilaku kreatif (Van Demark, 1991).
Beberapa contoh dari kendala kultural terhadap kreativitas menurut Adams (1989), ialah :
a)      Berkhayal atau melamun adalah membuang-buang waktu
b)      Keterikatan pada tradisi
c)      Suka atau sikap bermain hanyalah cocok untuk anak-anak

2.      Kendala Lingkungan Dekat (Fisik dan Sosial)
Lingkungan keluarga dan lingkungan kerja termasuk dalam lingkungan dekat, contoh dari lingkungan dekat, ialah :
a)      Atasan atau orang tua yang otokrat dan tidak terbuka terhadap ide-ide bawahannya atau anak,
b)      Ketidaknyamanan dalam keluarga atau pekerjaan,
c)      Gangguan lingkungan, keributan, kegelisahan,
d)     Kurangnya dukungan untuk mewujudkan gagasan-gagasan.

3.      Kendala Internal
Kendala ini muncul dari diri sendiri, ada beberapa kendala yang muncul pada diri seseorang.
1)      Kendala Perseptual
a.       Kesulitan untuk mengisolasi masalah
b.      Kecenderungan untuk terlalu membatasi masalah
c.       Ketidakmampuan untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang
d.      Kejenuhan, sehingga tidak peka dalam pengamatan
2)      Kendala Emosional
Mewarnai dan membatasi bagaimana melihat, dan berpikir tentang suatu masalah, sebagai contoh :
a.       Takut membuat kesalahan
b.      Lebih suka menilai gagasan, daripada memberi gagasan
c.       Tidak dapat rileks
3)      Kendala Imajinasi
Hal ini menghalangi kebebasan dalam menjajaki dan memanipulasi gagasan-gagasan, contoh :
a.       Tidak memberi kesempatan pada daya imajinasi
b.      Ketidakmampuan untuk membedakan realitas dari fantasi
4)      Kendala Intelektual
Timbul bila informasi dihimpun, dirumuskan, atau diolah secara tidak benar, contohnya ;
a.       Kurang informasi atau informasi yang salah
b.      Tidak lentur dalam menggunakan strategi pemecahan masalah
c.       Perumusan masalah tidak cepat
5)      Kendala dalam Ungkapan
a.       Keterampilan bahasa yang kurang untuk mengungkapkan gagasan
b.      Kelembaban dalam ungkapan secara tertulis
Cara Mengatasi Kendala
Cara mengatasi atau menghindari kendala bergantung dari jenis kendala itu sendiri, namun bagaimana pun ada beberapa cara atau strategi yang secara umum dapat digunakan untuk membantu dalam kinerja kreatif. (Adam, 1986)
A.    Menggunakan cara-cara pemikiran yang non-verbal
Kita sudah terbiasa atau terpaku pada pemikiran verbal karena inilah yang ditekankan dalam pendidikan formal, sehingga jarang menggunakan cara pemikiran yang lain, misalnya berpikir visual atau yang mengandalkan alat indera.

B.     Mempunyai sikap mempertanyakan (questioning) atau menyelidiki (inquisitive)
Sikap mempertanyakan perlu untuk mendorong konseptualisasi. Jika cenderung untuk menerima saja keadaan, maka tidak ada alasan atau kebutuhan untuk memperbarui. Sikap mempertanyakan perlu untuk mendapatkan jawaban yang kreatif.

C.     Kelancaran dan kelenturan dalam berpikir
Dengan cara berpikir yang bebas dari kekakuan dapat mengatasi kendala konseptual dalam pemecahan masalah.

D.    Menggunakan teknik-teknik kreatif
Teknik – teknik kreatif dapat membantu memperoleh gagasan inovatif terhadap masalah yang mengganggu, yaitu teknik sumbang saran, daftar periksa, synectics, pemecahan masalah secara kreatif, dan lain-lainnya.
Cara atau teknik tersebut diterapkan secara sadar untuk mengatasi kendala, dengan menggunakan kemampuan pemecahan masalah secara intelektual. Cara lain ialah dengan mengurangi sensor terhadap pemikiran tidak sadar, yang dapat memberi sumbangan bermakna. Oleh karena itu, bagi pemikir kreatif sangat esensial bahwa ia dapat memanfaatkan alam pemikiran pra-sadar atau tak-sadar tersebut.

Beberapa cara yang membantu untuk menerobos ke daerah pra-sadar atau tak-sadar ialah dengan menunda memberikan pertimbangan, dan dengan berinkubasi. Dalam keadaan rileks, dan menggunakan fungsi belahan otak kanan yang berkaitan dengan kreativitas.