Rabu, 19 Oktober 2016

Plagiat Dalam Internet


  Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain.

  Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator. Singkat kata, plagiat adalah pencurian karangan milik orang lain. Dapat juga diartikan sebagai pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain yang kemudian dijadikan seolah-olah miliknya sendiri.

  Pada abad pertama, Marcus Valerius Martialis seorang penyair dari Roma membuat istilah dalam bahasa Latin plagiarius yang berarti mencuri karya orang lain. Plagiary, yang merupakan kata turunan dari plagiarius, dikenalkan di Inggris oleh penulis naskah Ben Jonson pada tahun 1601.

  Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo dkk. menggolongkan hal-hal berikut sebagai tindakan plagiarisme, yaitu :
  1. Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
  2. Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri,
  3. Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri,
  4. Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
  5. Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal usulnya,
  6. Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
  7. Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.


Yang digolongkan sebagai plagiarisme:
  1. Menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain
  2. Mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya


Yang tidak tergolong plagiarisme:
  1. Menggunakan informasi yang berupa fakta umum.
  2. Menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas.
  3. Mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

Adapun faktor-faktor penyebab plagiat:
  1. Plagiat sangat mudah dilakukan.
  2. Pelaku plagiat tidak tahu seberapa banyak mereka boleh mengutip karya orang lain.
  3. Pelaku plagiat memiliki sifat malas membaca, menganalisis, dan men-sintesis.
  4. Pelaku plagiat tidak melakukan penelitian sesuai prosedur.
  5. Beberapa dosen/guru malas menganalisa sumber dari karya tulis anak didiknya.
  6. Orang yang melakukan plagiat adalah pejabat negara (menduduki jabatan penting)
  7. Orang yang melakukan plagiat mengalami keterbatasan waktu untuk menyelesaikan karya ilmiahnya sehingga mereka melakukan plagiat
  8. Orang yang melakukan plagiat merasa bahwa mereka memiliki uang yang cukup banyak untuk meminta seseorang melakukan plagiat bagi karya ilmiahnya.
  9. Kekuasaan, Waktu & Uang (power, time and money)
Beberapa metode yang kerap digunakan untuk mengecek plagiarisme dalam sebuah karya ilmiah:
  1. Katalog paperwork dan dokumen-dokumen terdahulu
  2. Menggunakan search engine pada browser (dapat digunakan dengan sangat optimal untuk mengecek plagiarisme total)
  3. Pembandingan dokumen dengan sumber dokumen asli. Salah satunya adalah ALGORITMA RABIN-KARP yang bekerja dengan membandingkan nilai hash dari string masukan dan substring pada teks.

Fenomena Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa

Plagiarisme di kalangan mahasiswa tidak dapat terlepas dari proses akademik perkuliahan. Dalam proses  pembelajaran, mahasiswa seharusnya belajar dengan rentan waktu yang relatif lama. Rentan waktu yang relatif lama ini diharapkan proses pembelajaran di bangku kuliah dapat membantu siswa dalam mengasah kemampuan dan ketajaman proses berpikirnya. Supaya ketika mahasiswa keluar dari bangku perkuliahan lulusan dapat menjadi manusia yang berkarakter, bermoral, jujur, mandiri dan berilmu. Proses pembelajaran di bangku kuliah diharapkan mampu menghantarkan mahasiswa menjadi manusia yang memiliki kompetensi yang baik, sehingga dapat menjadi penerus bangsa yang dapat memanjukan negara.
Plagiarisme yang marak dilakukan di kalangan mahasiswa membuat mahasiswa menjadi malas berpikir dan mengembangkan kemampuan sebagai kaum intelektual. Moral mahasiswa akan luntur karena dengan melakukan plagiarisme pemikiran mereka tidak dapat  berkembang dengan maksimal. Sebab mahasiswa cenderung mencari kemudahan dengan mengambil karya orang lain dan mengakui sebagai karya pribadi. Tindakan plagiarisme dapat diartikan sebagai tindakan yang mengambil hasil karya orang lain tersebut merupakan hal yang sangat serius.
Plaiarisme berarti mengambil atau mencuri hasil karya seseorang untuk digunakan maupun diakui sebagi hasil karyanya. Kegiatan plagiarisme menjadikan mahasiswa mematikan  pola berpikir kratif dan kritis sehingga mereka akan cenderung lebih mencari kemudahan yang akan mengakibatkan kebodohan terhadap generasi penerus bangsa.

Daftar Pustaka

Rabu, 13 Januari 2016

Puisi Cinta


Tema : Manusia dan cinta kasih

CINTA


Cinta adalah kasih sayang
Cinta adalah hati
Cinta adalah memahami
Dan cinta adalah do'a

Pemberian-Nya adalah rezeki
Pemberian-Nya adalah anugerah
Segala yang diberikan-Nya
Itulah yang terbaik untuk hamba-Nya

Saat hati ini kecewa
Saat hati ini gembira
Dan saat hati ini jatuh cinta
Hanya pada-Mu lah hamba bertanya

Segalanya telah ditakdirkan
Takdir-Mu adalah jalan terbaikku
Ridho-Mu adalah ridho orang tuaku
Cinta-Mu adalah nafasku

Ya Allah...
Raga ini milik-Mu
Nyawa ini milik-Mu
Dan hati ini juga milik-Mu

Berikanlah hamba ridho-Mu
Jadikanlah dia jodohku
Yang membimbingku dengan ajaran-Mu
Dan kami menjadi penghuni surga-Mu 

Rabu, 25 November 2015

Novel "Rumah Tanpa Jendela"


Identitas Buku

Judul                                : Rumah Tanpa Jendela
Nama Pengarang             : Asma Nadia
Editor                               : Mulyawan Karim
Penerbit                           : PT. Kompas Media Nusantara
Kota Terbit                      : Jakarta
Terbit                               : Januari, 2011
Ukuran                             : 14 x 21 cm
Warna Sampul                 : Putih
Tebal Halaman                : 160 halaman
Genre                               : Keluarga dan Persahabatan

Analisa

Novel ini bercerita tetang Seorang gadis kecil yang bernama rara, anak yang hidup di rumah sederhana di pemukiman pemulung bersama bapak dan mboknya, bocah berambut panjang nan lucu ini sangat menginginkan jendela,agar ia bisa melihat bintang di kala malam,namun bapaknya belum bisa menuruti keinginannya, karena bapaknya Raga yang hanya berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya saja .
Rara selalu berkhayal rumah di pemukiman itu indah dengan adanya jendela di setiap rumah melalui imajinasi dan gambar – gambar rumah berjendela sederhana yang ia buat. Ia hanya ingin melalui jendela, melihat burung-burung yang berkicau di pagi hari, hujan yang turun atau sekedar menikmati sinar mentari pagi yang menyentuh wajahnya.
Bersama teman - temannya sesama anak pemulung,sebelum ngamen atau ngojek payung jika hari sedang hujan , Rara sekolah ditempat sederhana khususnya untuk anak jalanan. Bu Alya satu -satunya pengajar sukarelawan disitu yang membimbing dan membina anak- anak pemulung tersebut.
Di tempat lain , di perumahan mewah Kota Jakarta adalah Aldo anak lelaki berusia 10 tahun,yang memiliki hobi menggambar dan sedikit terbelakang mental, merindukan seseorang teman di tengah keluarganya yang sibuk dengan urusanya masing -masing . Ia anak bungsu dari pengusaha sukses, Pak Syahri dan Nyonya Ratna. Kakak tertua Aldo , Adam berusia 23 tahun adalah seorang vokalis sekaligus pemimpin dalam group bandnya . Sedangkan kakak keduanya Andini ,seorang gadis cantik berusia 17 yang agak malu mempunyai adik seperti Aldo.
Dalam suatu peristiwa di sanggar lukis ,Aldo berkenalan dengan Rara yang saat itu tengah mengojek payung dan terserempet mobil Aldo. Sejak itu mereka menjadi akrab. Dan rara pun memiliki sahabat baru bernama Aldo, mereka bersahabat baik.
Suatu hari kaka Aldo bernama Andhini mendapat kejutan berupa pertujukan tari dan nyanyi dari Aldo, Nek Aisyah , Rara serta teman-teman pemulungnya. Bukannya senang, Andini marah besar karena ia merasa Aldo telah mempermalukannya di depan umum. Andini tidak suka karena menurutnya semua orang jadi tahu kalau ia punya adik yang cacat, tanpa rara ketahui saat malam itu rumahnya terbakar habis,simbok dan bapaknya di bawa ambulance ke rumah sakit, ia tau saat aldo di telpon oleh ibu guru rara disana.
Gara-gara ulah Andini, Aldo minggat dari rumah. Aldo merasa kecewa dengan sikap kakaknya yang terang- terangan merasa malu memiliki adik seperti dirinya .  Rara yang bingung atas sikap Aldo tanpa sadar malah ikut menemani Aldo kabur. Semuanya sibuk mencari , mereka semakin bingung mencari Aldo karena Rara juga tidak ada di ruamah sakit. Aldo tetap tidak mau pulang walau Rara sudah berusaha membujuknya. Hari semakin larut dan   turun, mereka kelaparan . Aldo dan Rara mengojek payung untuk membeli makanan .Sampai Rara mengajak Aldo ke Sanggar Lukis. Saat  penjaga sanggarnya mengetahui kalau Aldo dan Rara berada disana ,Ia langsung menelpon orang rumahnya Aldo .Saat mereka tahu Aldo dan Rara berada disana mereka langsung menjenguk Aldo dan Rara .Aldo menggambar orang -orang ,tetapi Aldo hanya menggambar Rara,dirinya, Nenek , Bik Siti  dan Mas Tarjo (kedua pembantunya). Saat penjaga sanggar (Mas Teddy) memperhatikan Aldo, ia bertanya “kenapa keluarga lainnya tidak  gambar ?”. Aldo hanya berkata “yang lain sibuk .”
Setibanya keluarga Aldo di sanggar, saat melihat Aldo Nenek langsung memeluk Aldo , di susul dengan Nyonya Ratna dan Andini dengan rasa bersalah. Lalu Aldo kembali kekeluarganya dan Rara kembali ke rumah sakit ternyata ayah Rara telah meninggal  Dunia  dan  neneknya telah siuman. Karena Rara dan Neneknya tidak ada tempat tinggal Ayah Aldo menyuruh mereka tinggal di sebuah Villa milik keluarga Aldo ,Rara danTeman- teman pemulungnya pun di sekolahkan.sekarang Rara telah mengubur impianya untuk mempunyai jendela , karena di Villa tersebut banyak sekali jendela  dan dapat memandangi lingkungan sekitar yang Indah, ketika Bude Asih tau kalau Ayah Rara telah meninggal ia memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai PSK dan  menemani Rara, juga Si Mbok untuk tinggal di Villa.
Novel yang dikembangkan dari cerpen Asma yang berjudul Jendela Rara, ini mengangkat tema yang sangat sederhana. Namun mampu membeberkan permasalahan di dua kelompok masyarakat Jakarta. Si kaya dengan ketidakbersyukurannya, dan si miskin dengan ketidakberdayaannya. Dalam pembacan isi novel, bahasanya sederhana, tidak berbelit – belit. Kita dapat mengetahui arti perjuangan hidup dalam kemiskinan, juga arti saling menghargai. Dan novel ini dapat dibaca oleh kalangan manapun, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa, karena genre yang bisa masuk ke segala usia.  Kelemahan dalam novel ini adalah alur ceritanya yang sedikit melompat-lompat sehingga pembaca merasa agak binggung untuk memahaminya.

Pesan Moral


Kita dapat peduli terhadap anak-anak jalanan dan anak-anak penderita Down Syndrome dan memberikan perhatian lebih, bukan dihindari atau dijauhi. Karena memotret fenomena sosial nasib tragis anak–anak jalanan yang kurang kasih sayang dan perhatian orang tua, mereka berusaha untuk menemukan jati diri dan kehidupannya melawan kerasnya kehidupan di jalanan.

Rabu, 21 Oktober 2015

Hubungan Antara Budaya dengan Psikologi


BUDAYA

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Dari berbagai definisi, dapat diperoleh bahwa kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Kebudayaan atau budaya merupaan sebuah kebiasaan yang sering dilakukan dan  aturan yang tak tertulis atau tertulis yang disepakati oleh masyarakat disuatu daerah, karena sudah menjadi sebuah kebiasaan maka dapat mempengaruhi mental atau jiwa seseorang. Untuk itu kami mencoba melihat budaya dari sisi psikolagi.

PSIKOLOGI

Menurut asal katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: "ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu, sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah.

HUBUNGAN ANTARA BUDAYA DENGAN PSIKOLOGI

Setiap manusia lahir di lingkungan bermasyarakat yang memiliki adat istiadat dan budaya, yang menimbulkan norma-norma sosial. Seiring dengan berjalannya waktu norma-norma sosial yang terus dijalankan akan menimbulkan kebiasaan, dan akan membentuk perilaku atau sikap dari individu. Perbedaan nilai norma-norma sosial ini akan menimbulkan kebiasaaan atau sikap yang berbeda antar individunya. Dalam bidang psikologi, kita juga mempelajari tentang perilaku atau sikap manusia yang bisa diamati dari kebiasaan kebiasaan yang dilakukan individu tersebut.
Jadi hubungan antara budaya dan psikologi adalah dalam bidang yang sama, kita bisa mempelajari suatu perilaku atau sikap yang berbeda – beda dalam suatu lingkungan sosial.
Contohnya adalah interaksi kita kepada teman sekitar, kita dapat memahami sifat atau perilaku teman kita.